“Aku hanya ingin Ma’rifatullah, Mendapatkan Ridho dan Kasih Sayang Allah Azza Wajalla.”

LPAYD ALFATAH
Simbolik Penyerahan Bantuan Kak Sabrina Piscalia kepada Pembina LPAYD AlFatah Bapak Kamisan.

Di sela Kunjunganya ke Pondok Pesantren Al Fatah dalam rangka Silaturahmi dan ingin lebih dekat dengan Anak yatim dan dhuafa (LPAYD Al Fatah) , Sabrina Piscalia berbagi pengalaman proses Hijrahnya.

Betapa Sabrina Piscalia merasa beruntung atas hidayah dari Rabbnya. Pasca memantapkan hati untuk berhijrah dan berhijab, ia menyadari kedekatan dengan Allah lebih dari segalanya.

Perjalanan Umroh pada Januari 2015 merupakan titik balik Sabrina Piscalia. Ustadz Nazwar, pembimbing Umrohnya, beserta Umi Wardah dan Syaikh Rudi merupakan orang yang menemani ibadah selama di Tanah Suci.

Petunjuk Ilahi memang datang dari arah yang tak terduga. Pembimbing Umroh dan beberapa teman sesama jama’ah menjadi perantara yang mengantarkannya menapaki jalan hijrah.

Satu hari sebelum pulang ke tanah air, ia mendatangi Zam-zam Tower bersama yang lain sekadar untuk berbincang. Namun, bukan perbincangan biasa, sang pembimbing dan beberapa teman meminta Sabrina tak menyingkap jilbabnya lagi.

“Insya Allah,” tutur perempuan yang akrab dengan sapaan Teh Nina ini. Seperti tak ada kata yang mampu terucap lagi. Hatinya mulai terketuk oleh hidayah Allah.

Ada hadis yang mengatakan, “Orang yang berteman dengan penjual minyak wangi maka ia akan terkena wanginya.” (HR. Bukhari). Mungkin hadis itu tepat untuk menjelaskan kondisi Sabrina saat itu. Ia amat bersyukur didekatkan dengan orang-orang shalih.

Sebelumnya, seringkali pintu hati diketuk oleh hidayah-Nya, namun Sabrina belum tergerak untuk membukanya. Salah satu hidayah itu ia dapatkan dari pengajian bersama Ustadz Maulana. Hatinya tenang dan nyaman ketika mengenakan jilbab.

Pertanyaan yang terlontar dari Ustadz Maulana tampak tak ditemukan jawabannya, klise. “Kapan kamu akan berhijab?” Ia berdalih, “Aku akan menjilbabi hati dahulu.

”Kini ia menyadari, bagaimana bisa para Muslimah berdalih untuk “menjilbabi hati”, sedangkan menutup aurat dengan jilbab merupakan perintah mutlak dari Allah Azza Wajalla. Sesungguhnya, hati adalah pusaka, namun aurat merupakan perhiasan utama yang wajib dilindungi.

Sumber Foto Sabrina Piscaiia on Instagram

Perjalanan Teh Nina di jalan hijrah tidak serta merta tanpa rintangan. Banyak kerikil dan debu. Ada saja perkataan miring dari orang lain. Jika saja bukan karena Sang Maha Penyayang, ia takkan mampu se-istiqomah ini.

Baginya, hijrah tidak hanya proses, tetapi juga progres. Manusia merugi apabila tidak menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal bermanfaat. Hijrah itu bukan hanya fisiknya saja, melainkan hati, pikiran, dan tindakannya juga.

Hari-hari pada fase baru dalam kehidupannya ia habiskan untuk terus memperbaiki diri dan membagi kisah perjalanannya kepada orang lain yang belum seberuntung dirinya.

Kegiatan pengajian dari tempat ke tempat ia jalani. Menghadiri kajian-kajian motivasi untuk para Muslimah ia sambangi. Sabrina bertekad untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan kepada orang lain.

Sabrina belum percaya diri jika disebut sebagai pendakwah, dilabelkan predikat ustadzah. Namun, ia bersyukur dan menjadikan hal itu sebagai doa terbaik baik perjalanan hijrahnya.

Tak berhenti sampai disitu, ia berinisiatif mengadakan pengajian bersama teman-temannya. Syiarnya dilakukan melalui media sosial yang digandrungi anak muda saat ini. “Alhamdulillah, ada yang tergerak hatinya untuk ikut mengaji,” tutur muslimah yang lahir di Kota Hujan itu.

Ternyata, selain berdakwah, Sabrina juga aktif menekuni kegiatan-kegiatan sosial baik melalui yayasan atau pun individu. Sang Bunda mengajarkan untuk peduli dengan lingkungan sekitar. “Anak jalanan dan yatim merupakan tanggung jawab kita,” ajar ibunya yang berketurunan Irak itu.

Baca Juga: Tahfidz Madrasah Al-Fatah (TMA) Cileungsi Bersama LPAYD, akan menyelenggarakan Tasmi’ Akbar ke-10 bertajuk Bersama Al-Quran Raih Cita-Cita

Sebelumnya Artis Sabrina Priscilla Menyerahkan Sejumlah Bantuan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa yang dikelola oleh Lembaga Yatim Al Fatah atau LPAYD Al Fatah

Info mengenai Infaq dan konfirmasi sodaqoh silahkan menghubungi 081333620165, Salurkan Infaq dan Sodaqoh Anda Ke Rekening BRI Syariah: 1028853048 a.n. LPAYD Al Fatah Kode Bank 422 atau Rekening Bank Muamalat a.n. LPAYD ALFATAH No VA: 8014 04 111 0200416 Kode Bank 147

Sumber:
https://minanews.net/perjalanan-hijrah-sabrina-piscalia/

tags:

Lpayd alfatah cileungsi, anak yatim cileungsi, Artis Sabrina Piscalia, Berbagi Pengalaman Hijrah, harga beton cor  , beton cor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat with us on WhatsApp